SESUAIKAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) DENGAN KONDISI LINGKUNGAN SEKOLAH

SESUAIKAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) DENGAN KONDISI LINGKUNGAN SEKOLAH
Masa pandemi yang disebabkan oleh virus covid – 19 telah merubah wajah pendidikan di negara kita,pendidikan yang biasanya kita lakukan dengan tatap muka tapi dimasa pandemi ini menjadi berubah lewat tatap maya. Tanggung jawab pendidikan tidak hanya dibebankan kepada sekolah atau guru saja tapi siswa dan orang tua juga berperan penting dalam keberhasilan pendidikan dimasa pandemi ini.
Kebijakan pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran lewat tatap maya harus disesuaikan dengan kondisi dan keadaan lingkungan sekolah kita ,jangan sampai pembelajaran itu menjadikan orang tua dan siswa merasa terbebani karenanya.
Sekolah dan guru jangan memaksakan kepada siswa diluar batas kemampuannya,sesuaikan dengan situasi ,kondisi dan keadaannya biar mereka dapat belajar dengan senang tanpa terbebani dan keterpaksaan .Namun faktanya masih ada guru tetap mengejar ketuntasan kurikulum dengan cara memberikan tugas secara terus menerus  pada siswa mereka selama belajar online ,mengutip yang dikatakan Komisioner Bidang Pendidikan  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI ) Retno Listyarini dalam https://nasional.tempo.co/read/1368389/belajar-online-kpai-banyak-siswa-stres-hingga-putus-sekolah,
Ia mengatakan KPAI telah menerima sejumlah pengaduan  yang menunjukkan bahwa guru dan sekolah tetap mengejar ketercapaian kurikulum meski ditengah kesulitan yang dialami masyarakat akibat  dampak pandemi,padahal Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan(Mendikbud) Nomor 4 tahun 2020 menyebutkan bahwa selama belajar online guru tidak boleh mengejar ketercapaian kurikulum karena keterbatasan waktu,sarana,media pembelajaran dan lingkungan yang dapat menjadi kendala selama proses pembelajaran.
Tidak semua orang tua dan siswa bisa mengakses PJJ secara daring,sehingga banyak orang tua dan siswa mengeluh dan berkeluh kesah tentang kebijakan PJJ saat ini.Tidak hanya karena pengoperasiannya saja tapi banyak  faktor lain,diantaranya tidak mempunyai ponsel,tidak bisa beli kuota,kerusakan perangkat,masalah sinyal dan hambatan lainya.
Di Era New Normal target akademik bukan menjadi prioritas,jadikan mata pelajaran sebagai alat bukan tujuan,jadikan siswa sebagai subyek pembelajaran  karena belajar adalah proses mengalami.Yakinlah…setiap anak adalah unik dan berbeda,memiliki potensi ,gaya belajar dan kecepatan yang bervariasi.
Di tulis oleh : Elly Uzlifatul Jannah (Pengawas PAI Kantor Kemenag Kabupaten Sidoarjo)

About Administrator

Check Also

RIHLAH ILMIYYAH MGMP PAI SMA

RIHLAH ILMIYYAH MGMP PAI SMA Musyawarah Guru Mata pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam Kabupaten Sidoarjo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *