KKG PAI Kab.Sioarjo : Me-review Kompetensi Guru Ditengah Pandemi Yang Tak Menentu

KKG PAI Kab.Sioarjo : Me-review Kompetensi Guru Ditengah Pandemi Yang Tak Menentu

 

 

Kita sepakat bahwa pendidikan, sebagai usaha dan kegiatan yang bertujuan untuk menggali potensi – potensi yang dimiliki seseorang agar menjadi aktual. Sehingga bisa dikatakan pendidikan merupakan proses untuk memberikan rangsangan agar potensi – potensi tersebut berkembang sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan berkembangnya potensi – potensi itulah seseorang akan memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ketika kita melihat fenomena dengan mewabahnya pandemi virus corona, kehadirannya begitu menghentakkan seluruh penjuru dunia. Semua sendi-sendi kehidupan dibuat kelimpungan, bahkan dunia pendidikan ikut dihebohkan. Semua berlomba dan berpacu kadang tak mengenal waktu untuk membuat pembelajaran tetap bermutu. Teknologi dengan kecanggihan pun akhirnya digaungkan dengan aplikasi yang bermacam-macam.

Disinilah guru dituntut harus mampu menempatkan diri sebagai Front Liner untuk senantiasa membawa perubahan dalam menghadapi tantangan zaman. Guru tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mentransformasikan pengetahuan yang dimiliknya, memberikan ketauladanan pengalaman, tetapi juga diharapkan mampu menginspirasi anak didiknya agar mereka dapat mengembangkan potensi diri dan memliki akhlak yang baik dalam situasi apapun.

Saat ini masyarakat termasuk para guru sudah memasuki era tekhnologi digital.  Teknologi digital telah menawarkan beragam komunikasi, yakni  selain dalam  komunikasi dengan voice dan sms, juga bisa melalui Facebook, Whatsapp, You Tube, Instagram, Zoom Meeting, Webinar dan lain-lain. Selain itu teknologi digital juga dapat menyimpan data hampir tanpa batas, menyediakan data melalui Google; bisa mendengarkan musik, bacaan ayat-ayat al-Qur’an, do’a, group tadarusan dan tahfidz al-Qur’an, kiriman pesan puisi, doa, taushiyah, mengecek tabungan di bank, transaksi, dan data lain yang memungkinkan untuk menunjang aktivitas dalam dunia pendidikan.

Guru pada masa sekarang dan di masa yang akan datang  akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru agar senantiasa  melakukan  berbagai  peningkatan  dan penyesuaian penguasaan kompetensinya. Apalagi saat ini suka atau tidak suka guru harus berpacu dengan kompetensi digital yang bisa menembus dimensi ruang dan waktu. Oleh karena itu KKGPAI SD Kabuaten Sidoarjo mengadakan diklat dengan tema “Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Pada Era New Normal.”

Kegiatan diklat ini dilaksanakan pada tanggal 15-18 Juli  2020. Kegiatan ini di buka oleh Bpk Kepala Kemenag Kabupaten Sidoarjo, Dr.H.M. Amir Sholehuddin, M. P.dI yang sekaligus memberikan materi pertama mengenai Kebijakan Pendidikan Dalam Mendesain Pembelajaran Jarak Jauh di Era New Normal. Salah satu yang diingatkan oleh Kakankemenag bahwa guru harus mempunyai 4 kompetensi yang harus di miliki, dikuasai dan dilaksanakan, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Meskiupun guru sudah sangat hafal dengan hal tersebut tetap diharapkan jangan sampai terlena karena seiring dengan kesejahteraan guru yang sudah banyak mendapatkan tunjangan sertifikasi. Sehingga harus senantiasa meningkatkan kualitas kompetensi guru.

Tidak kalah pentingnya Bpk. Moh. Amin Thohari, S. Ag,S.H, M.HI selaku Kasi Pais Kemenag Sidoarjo juga menyampaikan materi tentang  Internalisasi Nilai Spiritual dan Karakter dalam Pembelajaran Jarak Jauh  Untuk  Menghadapi Era New Normal. Dalam pemaparannya, beliau menyelipkan kisah putra Nabi Nuh, yakni Kan’an yang bisa dijadikan referensi dalam proses penguatan internalisai sikap dan karakter dalam proses pengembangan pembelajaran kepada peserta didik.

Penulis : Djoko Wahyudi (GPAI SDN Kalidawir, Tanggulangin, Sidoarjo)

About Administrator

Check Also

RIHLAH ILMIYYAH MGMP PAI SMA

RIHLAH ILMIYYAH MGMP PAI SMA Musyawarah Guru Mata pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam Kabupaten Sidoarjo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *